Anneyoung, haha
anneyoung haseyo, haseyonya di anneyoung anneyoung. Kembali lagi bersama saya manusia yg hidupnya penuh keanehan dan penuh kesengsaraan, tapi semoga aja masa depannya tidak sengsara, hehehe.
Ini masih cerita tentang kelanjutan kepastian aku LULUS atau tidak dalam proses pembuatan SIM baruku. Beginilah cerita, langsung ke TKP (kenapa jadi OVJ??)
Rabu, 23 mei 2012 (biar lebih jelas)
Aku pulang ke Bondowoso, kenapa aku pulang ke Bondowoso?? itu karena ada 2 faktor yaitu, 1 buat ngurus SIM yg kemaren gagal ditengah jalan. Faktor ke 2 adalah aku memang waktu itu pas lagi ndak punya uang alias bokek!, tapi tujuanku mengapa aku pulang ke bondowoso, yaitu aku mau ngurus SIM yg kemaren gagal ditengah jalan (bisa dikatakan bukan ditengah jalan, tapi lebih tepat diujung jalan. haha). Seperti biasanya sebelum berangkat ke POLRES, aku mula-mula meminta doa kepada Allah SWT biar tes hari ini bisa berjalan dengan lancar dan berakhir dengan manis (emang aku gtu? manis. hahaha). Pukul 09.00 WIB aku berangkat ke POLRES. Semua orang yg ada dirumah berdoa dan mendoakanku supaya tes hari ini lulus 100% dari yangkung (kakaknya uti), uti trus adekku jga tak lupa jga pembantu yg gaul abiiis namanya yanto, biasanya aku manggil bu yanto. Orang-orang yg ada dirumah, semuanya mendoakanku semoga nanti ujian tesnya bisa lulus dengan lancar dan tidak ada kendala, lalu aku berjanji kepada mereka semua klo aku ndak bakalan ngecewain mereka semua. I love you so much! (kecuali pembantuku, aku ndak I love you buatmu. haha). Bergegaslah aku segera berangkat, kurang lebih sekitar 15 menit klo ndak 10 menit (kebalik Ges, oiya deng) aku sampai di POLRES. Sesampainya disana aku langsung ke loket tempat pengurusan SIM. Disana aku bercengkrama dengan pak polisi. Setelah kita (kita?? loe aja kaleee) berdua selesai ngomong itu ngomong ini. Aku disuruh nunggu giliran buat ujian tes teori. Tiba-tiba keluar sesosok makhluk aneh berbadan gendut dengan wajah sok kereng memanggil nama orang-orang buat masuk ke ruangan simulator.Setelah pak gendut itu memanggil satu persatu nama peserta ujian, walaupun itu namanya yg dipanggil aneh-aneh. Ada yg namanya saibah trus darmanto,kholik yg paleng aneh lagi itu yg namanya Juniansyah (loh! itu namaku). Setelah semua sudah dipanggil, ternyata aku dapet urutan belakang. Perasaanku mulai ndak enak, biasanya nama yg dipanggil di akhir-akhir itu bisanya nasibnya akan hancur sesuai dengan urutannya, tapi aku tetap positive thinking aja. Selama kurang lebih 30 menit, akhirnya aku selesai jga ujian teori. Setelah diumumkan apakah aku lulus, ternyata aku lulus. Aku girang waktu itu, seneng, terharu pokoknya campur aduk (kayak es campur). Sampek-sampek aku bugil trus joget ala cherry bell, haha *ngaco!.
Dan akhrinya, ujian yg aku paling aku takuti datang jga, yaitu ujian praktek. Bagiku ujian praktek ini sangat sangat menakutkan, kenapa bisa? soalnya ada banyak beberapa hal:
1. dilihat langsung sama polisinya
2. dilihat langsung sama banyak orang
3. dilihat langsung sama cewek-cewek.
Banyangkan aja, pas nnti aku beloknya ndak bener trus nabrak pembatas kan yg ada aku malu sama cewek-cewek itu. Mau ditarok mana harga diriku ini pas. Nanti cewek-cewek itu bertanya-tanya 'masak cowok seganteng gtu ndak lulus ujian praktek hehe (cewek-cewek disitu yg dimaksut siswi-siswi SMP 1 Bondowoso, itu pas ada latian nari di POLRES di bagian belakang di ruangan serba guna) lalu gue masa bodoh sama cewek itu, aku hilangkan gengsiku itu. Kurang lebih 10 menit menunggu, akhirnya aku dipanggil. Akhirnya aku berhasil melewati ujian praktek dengan lumayan sempurna, walaupun dibelokkan pertama agak gerogi, tapi seterusnya lancar. Pas aku sudah selesai ujian praktek, aku disuruh nunggu diruangan tunggu. Disitulah nnti dinyatakan peserta itu lulus ujian praktek atau tidak dan berhak mendapatkan SIM atau tidak. Peserta pertama pun dipanggil, dengan nama Kholik masuk ke dalam ruangan. Kurang lebih 10 menit Kholik pun keluar dan memberitahukan kepada sanak saudara dan keluarganya yg ada di NTT sama yg di Ethiopia *hahaha klo si kholik ndak lulus ujian praktek dan harus mengulang kembali. Aku semakin tegang mendengarnya, lalu aku berdoa, berdoa dan trus berdoa. Satu persatu peserta ujian banyak yg dinyatakan tidak lulus. Aku semakin tegang, lalu aku tetap trus berdoa, berdoa dan trus berdoa. Sampai-sampai aku berdoa seperti orang kristen yg kedua tangannya digenggem trus diangkat ke atas (itu spontan lo!). Aku jga mulai membanyangkan, nunggu dinyatakannya lulus atau ndaknya hampir sama kayak di Indonesian Idol klo dinyatakan lolos ke babak selanjutnya atau ndak, hahaha.
Setelah namaku dipanggil, lalu aku ditanyai sama pak polisi 'loh kamu islam ya?' tanya pak polisi. Iya pak saya islam 'jawab aku'. Saya kira kamu kristen, wong tadi kamu doanya sama kayak orang kristen 'jawab pak polisi' (itulah dampak klo salah doa, jadi dikiranya aku pindah agama, murtat kamu pak!. apa hubungannya??)
Setelah berbincang-bincang kurang lebih 30 menit, walaupun itu bagiku perbincangan yg basi sekali, tapi aku memaklumi lah. Namanya juga sudah tua (semoga polisinya ndak baca ini). Sudah selesai berbincang-bincang dengan perbincangan yg basi. Dan akhirnya Gue dinyatakan LULUS dan selamat kamu lolos ke panggung spektakuler (loh, kenapa jadi Indonesian Idol). Akhrinya aku lulus ujian praktek dan bisa mengambil SIM di ruangan tunggu. Perasaanku sangat seneng, terharu, pingin nangis tapi malu banyak orang, hehehe. Pokoknya campur aduk, kayak es campur itu dah di campur aduk dah pokoknya. Beberapa menit kemudian, aku mendapatkan SIMku. Setelah selesai proses pemotretan, lalu aku dapet SIMku. gue liatin trus SIM baruku, aku elus-elus, aku rasain, trus aku pegang, knapa kamu? kedinginan?, lalu aku selimuti (kenapa jadi lebay gini!!) Aku liat lagi SIMku, dan aku menemukan ada 1 hal yg aneh yaitu, Kenapa mukakku jelek bangeeeeet!!! (kan sudah dari dulu Ges, oh iya, lupa). Lalu aku pulang dengan rasa yg sangat-sangat senang sekali. Sesampainya dirumah utiku langsung menyambutku didepan pintu dan bertanya 'yak apa ges, lulus?' tanya utiku. Iya ti, aku lulus ini SIMnya, hehe 'jawab aku'. Langsung seisi rumah kegirangan dan kebahagian pun bermunculan. Seisi rumah senang semua melihat aku lulus ujian buat SIM, lalu tiba-tiba adekku berkata 'yeee!! mas lulus ayoo liburan ke bali ti'. Bali bali, balindungan sana tu 'jawab utiku' hahaha. (begitulah adekku, idiot *semoga adekku ndak baca).
Dan akhirnya hari ini berakhir dengan manis, kayak aku yg manis, tapi sampek sekarang masih belum laku. hahaha
So See you next time, klo mau liat SIMku fotonya ada di bawah ini (jangan komen, klo fotoku jelek)

pertamax gess...
BalasHapusiya yok hahaha
Hapus