Ada yg bilang klo sebuah kegagalan adalah sebuah awal dari kesuksesan, tapi klo gagalnya pas waktu buat SIM apa itu bisa dibilang awal dari kesuksesan?? bagiku ndak. Bagiku gagal dalam tes buat SIM itu buat aku sangat sangat nyesek (hehehe, tau nyesek? itu tu yg warnanya hitam,putih dll yg buat ngebungkus sebuah barang/makanan).
Ceritaku ini berisikan tentang, waktu aku lg mau buat SIM. Saat itu aku bersama utiku berangkat ke POLRES bondowoso (nganu apa ges disana? mandi bloa! :D ya pastinya mau buat SIM lah). Aku mulai berandai-andai, asiik bentar lagi aku punya SIM. Aku bisa jalan-jalan semau gue, hehehe. Tapi impianku itu sirna setelah aku sampai di POLRES. Aku mulai memerhatikan satu per-satu orang-orang yg gagal dalam ujian tes teori, lalu tiba-tiba negative thinkingku muncul 'ya apa pas klo aku juga ndak lulus juga??' aku noleh ke utiku trus aku nanyak ke utiku, Ti klo aku ndak lulus tes ya apa ti? sudah ndak papa ges 'jawab utiku'. kan ndak enak ti, nnti ngulang lagi 'tanya aku'. Gak popo ges pengalaman, hehe 'jawab utiku sambil ketawa kecil'. Aku berpikir, biasanya klo orang tua sudah ngomong kyak gtu sambil ketawa kecil, itu kemungkinan besar hal yg di omongkan itu pasti terjadi (itu katanya utiku sendiri). Setelah aku nunggu cukup lama, kira-kira 20 menit. Namaku dipanggil sama pak polisi, lalu bergegaslah aku masuk ruangan tes. Setelah mendengarkan ibu polisi yg cerewet buat memberi tahu tata cara tes teori, lalu aku mulai mengerjakan tesnya. Sampai lupa, disana aku aku tes sendirian. Aku disana tes sama temenku juga, namanya Usman. Kita berdua kebetulan ada dalam satu ruangan (ya iyalah!!! wong memang ruangannya cuma satu ges, goblok) semua peserta mengisi soal-soal tes dengan serius, begitu juga dengan aku. Setelah semua soal sudah selesai dikerjakan, ibu polisi pun mengumumkan nilai akhirnya apakah semua peserta lulus atau tidak, lalu ditampilkan lah didepan layar dan distu ada namaku. Dan nilai akhirnya adalah AKU TIDAK LULUS!! :( (mau nangis). Dengan wajah kusut kayak serbet, aku keluar dari ruangan tes, lalu uti menghampiriku dan bertanya 'ya apa lulus ges?' tanya utiku. 'Ndak ti, aku ndak lulus' jawab aku, 'sudah ndak papa dah, kapan disuruh balik lagi?' tanya utiku. Hari rabu ti 'jawab aku'. ya sudah ayo pulang, 'jawab utiku'. Lalu kami pulang dengan tangan hampa, atau lebih bagusnya tidak membawa apa-apa. Aku sangat menyesal, aku juga mulai berpikir-pikir 'banyangkan aja, kok bisa itu loh aku ndak lulus tes teori. padahal soal-soal itu ndak sesulit pas aku nyobak ngerjakan tryout SNMPTN' (kipas kerah, hehe)
Aku sangat kesal sekali, aku mempertanyak mengapa aku tidak lulus? kok bisa itu loh. Apa mungkin gara-gara bajunya yg salah pakek? (biasanya klo tes di hari senin, itu mujurnya aku pakek baju warna putih klo ndak hitam sama coklat) tapi ndak buat hari itu. Aku pas waktu itu pakek baju merah. Dan aku mulai bertanya-tanya lagi,,,,,
"BANYANGKAN AJA, TES TEORI BUAT SIM AJA SUDAH NDAK LULUS. GIMANA PAS KLO SUDAH TES SNMPTN??? BISA TAMBAH HANCUR PASTINYA" *Aku mulai terdiam sebentar memikirkan hal itu, tapi aku yakin klo di hari rabu nanti aku bisa lulus tes teori buat SIM dan lulus tes SNMPTN (apa hubungannya??) dan aku akan teriak sekenceng-kencengnya
Emaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak!!!!! utiiiiii!!!! aku lulus tes SIM sama SNMPTN :).
*See you next time
Tidak ada komentar:
Posting Komentar