Polisi,
ini cerita polisi yang harga dirinya bisa dibeli cuma dengan harga Rp 20.000 saja. Bayangkan saja, mau ditaruh mana itu harga dirinya :D.
Waktu itu sepulangnya aku dari sholat Jum'at. Aku berangkat mengantarkan utiku buat beli bahan-bahan untuk membuat kue, soalnya hari sabtu aku ada acara Maulid Nabi. Saat itu cuaca sangat bersahabat sekali, walaupun lumayan panas( bukan lumayan, tapi sangat panas :D )
Sesudah itu, aku mampir ke toko kue, namanya toko NABILA. Tidak seperti biasanya, toko itu terlihat sepi. Selesai milih kue yang mau dibeli, aku dan utiku kebingungan mencari dimana karyawan-karyawannya. Setelah diselidiki ternyata karyawan-karyawannya malah molooor semua. Bergegas kami membangunkan karyawan-karyawan yang sedang terlelap tidur.
Setelah itu selesai membeli kue, aku dan utiku langsung berangkat untuk pulang. Sesampai di bunderan nangkaan, ternyata sedang ada operasi kendaraan, lalu aku di stop oleh polisi. Seperti pada umumnya setiap polisi selalu menyapa dengan ucapan "SELAMAT PAGI/SIANG/SORE dan BISA DITUNJUKKAN SURAT-SURATNYA". Anehnya, aku lupa membawa surat-surat dan STNK beserta dompetku.
POLISI: Selamat sore(waktu itu pas sore memang)
bisa tunjukkan surat-suratnya.??
AKU: Maaf pak, dompetnya ketinggalan dirumah beserta isinya
POLISI: Ooo,, ya sudah ikut ke kantor dulu
(lalu, aku sama utiku ikut ke pos polisi nangkaan. Disana aku ditanyaki dan di beri informasi. Setelah itu Polisinya mengatakan kata-kata yang seharusnya tidak perlu semestinya)
POLISI: ini buk ya, kalau ingin sepedanya bisa diambil, sampeyan pulang dulu ngambil surat-suratnya dulu baru nanti bisa diambila sepedanya atau mambayar denda
UTIKU: Ooo,, jadi ditukar dengan STNK berarti.??
POLISI: iya ibuk, kalau ndak bayar denda
UTIKU: Kalau bayar denda, berapa dendanya.??
POLISI: maksimal Rp.1000.000 minimal Rp.100.000
UTIKU dan AKU: Cek banyaknya seratu ribu (pasang mukak kaget)
(tidak semestinya seorang polisi, polisi itu malah memaksa untuk mintak dibayar atau minta uang kepada utiku)
POLISI: Bisa setengahnya kok buk, Rp.50.000 bisa
AKU dan UTIKU: . . . . .. . (berpikir untuk memberinya uang dengan harga yang lebih murah lagi)
UTIKU: Ndak bisa, adanya cuma uang Rp.20.000 aja
(Lalu polisi itu mengatakan)
POLISI: iya wes ndak papa
AKU: weee :O (aku berpikir, murah sekali harga diri seorang polisi ini. Dengan cuma uang 20rb saja harga dirinya sudah bisa dijatuhkan dan dibeli, HINA sekali POLISI ini)
Lalu, setelah itu kami pulang membawa sepeda motornya kembali pulang. Dari ceritaku itu mungkin bisa disumpalkan bahwa, lemahnya hukum di Bondowoso bagaimana tidak, dengan uang 20rb saja wibawa soerang polisi yang tinggi bisa jatuh begitu saja dan juga harga dirinya yang gampang sekali untuk dibeli. Yang dimana semestinya seorang polisi tugasnya melindingi masyarakat sekitar, bukan malah meminta minta uang untuk kepentingan pribadinya. Dan juga tidak semestinya juga seorang polisi meminta-minta uang kepada seorang manula atau bisa dikatakan orang tua. Mungkin dari ceritaku ini, polisi di Bondowoso bisa menjadi lebih baik lagi, bukan hanya di Bondowoso saja di Indonesia pun harus begitu.
:) :) :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar